Perlu pelatihan untuk anda dan perusahaan anda?

Training How to Write Effective Banking Policies and Procedures

Dari hasil survey Facilitator selama 3 tahun dari 2008-2011, 90% Standart Operational Procedures (SOP) perusahaan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat disebabkan oleh sistem perusahaan yang tidak berjalan atau manajemen perusahaan yang kurang teratur dan tertata. Kurangnya pelatihan tentang teknik dan metode penyusunan SOP menyebabkan SOP sulit dipahami oleh sebagian pihak.

Standart Operational Procedure (SOP) dibuat agar perusahaan bergerak sesuai dengan sistem perusahaan. SOP adalah panduan bagi setiap divisi di perusahaan dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Jika SOP berjalan sebagaimana mestinya maka produktivitas kerja perusahaan pun dapat ditingkatkan.

MATERI
1. Perbedaan Prosedur dengan SOP, Instruksi Kerja, Pedoman Kerja, Protap, Juklak, Juknis, User/operating manual, dll
2. Cara membedakan dan membuat Pedoman dan Panduan
3. Mengapa Prosedur Penulisan harus dibuat terlebih dahulu, dan bagaimana membuatnya
4. Cara membuat Prosedur berbasis Proses
5. Mengapa SOP Teknis sudah tidak disyaratkan lagi oleh ISO 9000, dan apakah 6 Prosedur manajemen yang diwajibkan
6. Cara mengantisipasi Prosedur yang dinamis oleh karena Peraturan Bank Indonesia yang sering bertambah dan berubah
7. Cara membuat hirarki dokumen dari PBI hingga Prosedur dan Instruksi kerja
8. 3 anatomi SOP yang mendasar (Format, Elemen dan Atribut)
9. Mengapa SOP tidak boleh dibuat atas dasar ”Write what you do”
10. Cara merubah fungsi SOP sebagai alat pandu menjadi alat pandu dan alat ukur, alat kendali, alat audit, alat reward and punish
11. Cara membuat SOP dengan dua macam profil pengguna (Pemula dan Ahli)?
12. Kapan harus menambahkan masa berlaku SOP
13. Mengapa Flowchart tidak dimulai dengan ”Start” atau ”Mulai”
14. Cara mengintegrasikan SOP dengan Risk Management, Key Performance Indicator dan Service Level Agreement
15. Mengapa kebanyakan Penulis hanya menggunakan format Narration dan Flowchart, dan tidak tahu bahwa Anotated Pictorial atau Video sering kali lebih efektif?
16. Cara mengendalikan SOP dengan Document control dan Master lists
17. Mengapa SOP yang dibuat berbasis Struktur dan Uraian Kerja tidak sehandal apabila dibuat berbasis Process Business Map?
18. Mengapa SOP harus berbatas waktu (SOP Lifecycle)?
19. Bilamana SOP diberi tanda (distempel) ”Controlled”, ”Uncontrolled”, ”Archieved” atau ”Obsolete”?

INSTRUKTUR
DR. Herry Achmad Buchory, SE.,MM and Team

METODE
Kegiatan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami secara komprehensif materi yang disampaikan, sehingga dapat dimplementasikan secara aplikatif dalam dunia kerja. Adapun metode yang digunakan adalah:
1. Presentation
2. Discuss
3. Case Study
4. Evaluation

PESERTA
Staff kepatuhan, legal dan semua staff yang ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang penegakan kepatuhan dalam perbankan.

WAKTU & TEMPAT
Berdasarkan kesepakatan

Request for Training Venue: Semarang, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Jogja, Lombok, Malang, Makassar and Batam
In House Training Depend on request

INVESTASI
Course Fee : Rp. 10.500.000,-/participant (non residensial) Min. 2 Peserta
Special Price : Rp. 7.500.000,-/participant (non residensial) Min. 3 Peserta
Rp. 6.500.000,-/participant (non residensial) Min. 4 Peserta

FASILITAS
1. Training Hand Out
2. Digital Material
3. Certificate
4. Exclusive Souvenir
5. Qualified Bag
6. Training Photo
7. Training room with full AC facilities and multimedia
8. Once lunch and twice coffee break every day of training
9. Qualified Instructor

You might also likeclose